Pilihan spesifikasi bore up
- Bore up harian (58 mm): Peningkatan kapasitas mesin yang masih cocok untuk penggunaan sehari-hari.
- Peningkatan sedang (misalnya 59,8 mm - 60 mm): Peningkatan performa yang signifikan tanpa harus menjadi sangat ekstrim.
- Bore up untuk performa tinggi (62 mm - 63 mm): Biasanya melibatkan penggantian komponen lain seperti injektor dan throttle body untuk melengkapi peningkatan kapasitas mesin secara drastis.
Komponen yang diganti
- Piston dan Blok Silinder: Ini adalah komponen inti untuk memperbesar kapasitas mesin. Ukuran seperti 58 mm, 62 mm, atau 63 mm menunjukkan diameter piston yang lebih besar.
- Noken As (Camshaft): Mengganti noken as dengan tipe yang lebih performa tinggi (misalnya BRT T1 atau T2) untuk meningkatkan bukaan klep.
- Throttle Body: Mengganti throttle body dengan ukuran yang lebih besar (misalnya 32 mm) akan meningkatkan aliran udara yang masuk ke mesin.
- Injektor: Injektor dengan debit yang lebih besar (misalnya 170 cc) diperlukan untuk menyuplai bahan bakar yang cukup bagi mesin yang lebih bertenaga.
- Per Klep dan Seal Klep: Mengganti per klep yang lebih kuat dan seal klep baru untuk menjaga kinerja klep yang optimal.
Contoh Paket Bore Up
- Paket 175cc (spek 62 mm): Melibatkan blok silinder, piston, noken as, per klep, dan injektor baru. Biaya pengerjaan dan komponennya bisa mencapai sekitar Rp 4,2 juta.
- Paket 200cc (spek 63 mm): Spesifikasi yang lebih ekstrim, biasanya juga melibatkan penyesuaian pada stroke (langkah piston) agar dapat mencapai kapasitas mesin 200cc.
Catatan
- Penyesuaian Klep: Setelah modifikasi, penyetelan klep perlu disesuaikan dengan profil noken as baru.
- Pendinginan: Bore up yang signifikan akan meningkatkan suhu mesin, sehingga sistem pendingin (radiator) mungkin perlu ditingkatkan atau diperiksa kembali.
- Biaya: Biaya modifikasi bervariasi tergantung pada tingkatannya. Bore up standar harian mungkin lebih murah dibandingkan dengan paket bore up performa tinggi yang melibatkan penggantian banyak komponen.

0 Komentar